Mataram – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, H. Baihaqi dan Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi perkuat ide gagasannya tentang Mataram Creatif Center sebagai solusi dari segala permasalahan di Kota Mataram. Tak hanya dari sisi layanan birokrasi, ruang publik yang nantinya menghimpun seluruh kalangan masyarakat ini juga akan didorong untuk penguatan budaya dan kultur Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Keberagaman kita di kota mataram ini adalah anugrah yang harus kita syukuri. Keberagaman ini jika bisa kita manfaatkan maka akan menjadi potensi mewujudkan identitas kota yang kita harapkan,” ujar H. Baihaqi menjawab pertanyaan moderator tentang mempertahankan identitas Kota Mataram dengan multi etnisnya, dalam debat ketiga Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram yang digelar KPU pada pekan ini.

Fokus pada budaya dan kultur Kota Mataram dengan ragam etnisnya, Baihaqi mengatakan bahwa keberagaman tersebut sejatinya bisa dikerjakan sebagai identitas mutlak dari mataram. Pasangan BARU tidak hanya berbicara tentang konsep, karena budaya yang ada sudah puluhan tahun menjadi simbol daerah.

“Salah satunya kita punya Kota Tua di Ampenan itu yang diakui sebagai sejarah sehingga kita harus menjadikan itu sebagai identitas Mataram. Jadi kedepan icon ini yang akan kita promosikan ke dunia, disamping pengelolaan yang matang kita kerjakan bersama,” katanya.

Tindak lanjutnya menurut Baihaqi, dari pemerintah Kota Mataram dapat memanfaatkan Mataram Creatif Center, sebagai pusat silaturahmi budaya dan dikelola pemberdayaan oleh kaum muda.

“Kami memiliki ide gagasan berupa mataram Creatif center itu untuk membuat sekretariat bersama untuk paguyuban multi etnis yang ada di Kota Mataram ini untuk saling mengisi nilai – nilai budaya yang ada di Kota Mataram ini,” jelas pria yang berpengalaman dalam dunia arsitektur ini.

Baihaqi meyakini, keberagaman etnis masyarakat di Kota Mataram dapat menjadi modal dan juga memiliki nilai jual terhadap pengembangan pariwisata maupun sektor lain. Karenanya melalui paguyuban budaya yang disematkan dalam Mataram Creatif Center tersebut akan menjadi ruang untuk menghimpun ide dan gagasan tentang masa depan identitas Kota Mataram.

“Masyarakat di Kota Mataram ini sangat beragam, mereka datang dari berbagai daerah yang ada di Kota Mataram tetapi mereka tidak bisa untuk mengeksistensikan budayanya itu. Maka kami melalui paguyuban itu nantinya kami akan membuka ruang untuk mewujudkan budayanya itu. Kami akan memperkuat regulasi untuk memperkuat identitas kota mataram ini,” tandasnya.

aNd