Mataram – Keseimbangan dan kolaborasi sistem pemerintahan, menjadi pernyataan pembuka dari pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, H. Baihaqi dan Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi dalam debat ke tiga yang digelar KPU Kota Mataram pada Senin (30/11). Konsep tata kelola pemerintahan yang bernuansa BARU meliputi segala aspek perubahan sistem yang lebih nyaman ditawarkan H. Baihaqi, sebagaimana pengalamannya sebagai seorang pengusaha sekaligus sebagai seorang sarjana arsitek

“Kami ingin menawarkan sebuah gagasan yang BARU, bahwa mataram kedepan harus menunjukkan dirinya dalam nuansa BARU,” katanya.

Baihaqi menambahkan, bahwa sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram harus memiliki jati diri yang mencerminkan sebagai pusat peradaban bagi provinsi itu sendiri. Perubahan – perubahan dalam sistem pemerintahan yang menjamin kenyamanan dan tertib sangat dibutuhkan dalam suatu kota yang maju juga berkembang. Karenanya, ia mengakui sebagai sosok BARU dalam kancah politik, memilih untuk bersandingan dengan Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi agar segala ide dan gagasan perencanaan Kota Mataram kedepan dapat terwujud.

“Kota mataram ini merupakan ibu kota provinsi jadi kita ingin di kota mataram ini harus ada perubahan – perubahan. Saya pribadi adalah figur yang baru di dunia perpolitikan, sehingga menurut kami pasangan baru ini merupakan pasangan yang baik untuk mencoba kolaborasi marangkul kaum hawa dan mempercepat akselerasi perkembangan di Kota Mataram,” pungkasnya.

Menyambut gambaran masa depan Kota Mataram dari Baihaqi, Calon Wakil Wali Kota Mataram Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi juga melontarkan keyakinannya. Ia menyampaikan kedepan kreatifitas kaum muda yang cerdas dan hebat, dapat lebih di utamakan, baik dalam setiap program kerja maupun dunia usaha yang dibangun pemerintah.

“Sebagai perempuan saya ingin mengedepankan kreatifitas kaum muda yang smart dan kedepan menuju kesuksesan. Kita ingin bersama memimpin Kota Mataram,” ujarnya.

Baiq Diyah Ratu meyakini, bersama H. Baihaqi memimpin Kota Mataram merupakan kolaborasi yang tepat, terlebih dirinya pernah duduk di kursi senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI selama dua periode, akan memperkuat koneksi antara pemerintah pusat dan pemerintah Kota Mataram. Melalui koneksinya ini diharapkan kedepan ide dan gagasan untuk Kota Mataram BARU dapat mudah terwujud.

“Karena saya tahu, sebagaimana kota – kota besar yang maju dengan dipimpin oleh pemimpin berlatarbelakang arsitek, tumbuh mejadi kota yang berkembang dengan segala gaya hidupnya. Begitulah yang tercermin dari sosok Baihaqi, dan kedepan saya akan mendorong kaum milenial untuk melihat masa depan melalui perkembangan Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB,” kata Diyah Ratu.

aNd