Mataram – Baliho bergambar pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, H. Baihaqi, ST., dan Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., di sejumlah persimpangan dan ruas jalan di Kota Kota Mataram, ditemukan dalam keadaan sobek dan diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi saat dikonfirmasi pada Senin (12/10) membenarkan hal tersebut. Ia memastikan bahwa pengerusakan baliho dirinya dilakukan atas unsur kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Sedangkan baliho pasangan disebelahnya tidak sama sekali mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut ungkap mantan Senator RI dua periode ini, ditemukan di kawasan Kebon Roek dan Rembiga.

“Kami mendatangkan orang dari pihak advertisingnya ke lokasi dan diketahui kerusakan baliho bukan karena angin tetapi ini sudah seperti di robek dengan silet. Jadi kita harapkan nanti ada camera cctv yang bisa melihat,” ungkapnya.

Baiq Diyah Ratu juga mengomentari kerusakan baliho itu dengan bijaksana. Ia mengatakan setiap paslon memiliki kesempatan yang sama, untuk menang dan kalah namun tidak dengan cara – cara yang tidak bertanggungjawab. “Semua paslon berkesempatan untuk menang dan kalah, semua harus memiliki kebesaran hati jangan sampai merusak APK (alat peraga kampanye) dari pasangan lain. Mari kita utamakan sportifitas, berpolitik dengan santun,” harap Diyah Ratu.

“Insha Allah pasangan B4RU akan tetap berjuang keras untuk bagaimana mendapatkan kemenangan ini, dengan cara – cara yang baik dan berwibawa,” tambahnya.

Bersamaan dengan ini Diyah Ratu Ganefi mengimbau seluruh masa simpatisan B4RU agar tetap berpolitik santun. Tidak terpancing dengan upaya menjatuhkan paslon lain dengan cara – cara yang tidak baik. Karena menurutnya, semangat B4RU merupakan semangat untuk menciptakan rasa nyaman dan damai di Kota Mataram.

“Saya mengimbau kepada seluruh simpatisan B4RU untuk tetap menjalani masa kampanye ini dengan baik, santun dan damai,” pungkasnya.

Terkait dengan indikasi kampanye hitam yang dilakukan oleh oknum paslon lain, sehingga harus dilaporkan ke Bawaslu, Baiq Diyah Ratu tak memberi respon.

aNd