Mataram – Sebagai organisasi profesi jurnalis yang memegang mandat untuk mendukung dan menjaga kemerdekaan pers, sebagaimana Undang – Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB tetap menjaga kekompakan dan kredibilitas organisasi. Salah satunya dengan meregenerasi kepengurusan melalui Musyawarah Daerah ke IV (empat). Tiga tahun berlalu, masa kepemimpinan Riadis Sulhi sebagai Ketua IJTI NTB dinilai telah banyak memberikan warna bagi pembangunan daerah, khusususnya bagi profesionalisme dan solidaritas pers di Nusa Tenggara Barat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB Nasruddin Zen mengapresiasi kiprah IJTI NTB yang terus membangun sinergi serta mengangkat peran pers sebagai penyempurna kemajuan daerah. Produktivitas organisasi dimasanya, sejalan dengan dinamika pembangunan, sehingga kerja profesi menjadi tak terlupakan. Diantaranya dengan menggelar sejumlah kegiatan diskusi, serta program peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan yang terus berjalan dari tahun ke tahun.

“Kerja internal organisasi bagus, dapat mengajak kerjasama Pengurus lain meningkatkan produktivitas Organisasi. Bahkan kerap menggelar kegiatan diskusi dan seminar. Saya menilai IJTI NTB bagus dibawah kepemimpinan Riadis Sulhi,” ucap melalui pesan singkat pada Rabu (7/10).

Senada di sampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Mataram, Sirtu Pilaili, yang juga sangat mendukung perkembangan organisasi pers di Nusa Tenggara Barat. Ia mengatakan selama kepemimpinan Riadis Sulhi, sinergi antara organisasi yang di akui Dewan Pers terus terjalin. Kekompakan ini menurutnya menjadi dasar utama untuk menjaga kedaulatan kemerdekaan pers yang sejatinya harus saling menghormati perbedaan.

“Selama kepemimpinan Riadi Sulhi, hubungan antar organisasi jurnalis terbangun dengan baik. AJI dan IJTI NTB selama ini menjadi mitra yang baik, teman seperjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan pers dan saling menghormati perbedaan,” ujarnya.

Sirtu berharap, siapapun yang menjadi nahkoda IJTI NTB nanti melalui Musda IV, tetap dapat menjaga marwah profesi. “Saya berharap hubungan dan kekompakan AJI dan IJTI tetap terjalin dengan harmonis dan kuat,” pungkasnya.

Dari catatan perjuangan IJTI NTB ini, mencuat pertanyaan siapa kandidat yang nantinya pantas untuk menjadi Ketua IJTI NTB berikutnya?. Sasarannya, diharapkan dari kalangan anggota IJTI NTB yang memiliki inovasi dan semangat untuk menjawab tantangan dan problematika pers dikemudian hari.

Dewan Kehormatan IJTI NTB Herman Zuhdi mengatakan, penyegaran dalam tubuh organisasi sangat dibutuhkan sejalan dengan perkembangan digitalisasi saat ini. Terlebih kondisi daerah dibawah bayang – bayang pandemi covid-19, menuntut seluruh warga masyarakat untuk melek digital dalam kehidupan sehari – hari. Ia menyampaikan jika semua anggota memiliki peluang yang sama untuk mencalonkan dan dicalonkan sebagai Ketua IJTI NTB berikutnya.

“Semua memiliki peluang, memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin, menahkodai IJTI NTB. Dengan misi membangun daerah menuju NTB Gemiliang. Dengan semangat menjaga marwah organisasi, dan menjaga kekompakan jurnalis di NTB,” ujarnya.

Musda IV IJTI NTB akan digelar pada tanggal 7 – 8 Nopember 2020 mendatang di Mataram. Agenda kegiatan akan dirangkaikan dengan Seminar bertajuk Peran Pers Mencegah Klaster Baru Covid-19 dengan pemateri dari unsur terkait. Program kerja tahunan Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJ-TV) juga akan menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Musda, guna membentuk pribadi jurnalis yang profesional dan kredible.

aNd