Mataram – Calon Wakil Wali Kota Mataram paket BARU Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi turun ke jalan melihat langsung potret sudut Kota Mataram yang masih kotor, dan cepat atau lambat akan menjadi bom waktu permasalahan. Kunjungannya sampai di pasar tradisional Pagesangan Mataram pada Minggu pagi (4/10).

Salah satu tolok ukur serta pengendalian kebersihan suatu kota, tercermin dari kondisi pasar atau pusat perbelanjaan di kota tersebut. Karenanya, berangkat dari perhatian seriusnya terhadap kebersihan Kota Mataram, ia mendorong agar seluruh pihak memiliki tekad yang sama dalam mengedepankan pola hidup bersih. Hingga merubah kebiasaan kotor menjadi bersih dengan pengelolaan sampah.

“Intinya mataram BARU harus bersih nyaman dan aman untuk masyarakatnya. Perlahan tapi pasti masyarakat akan kita ajarkan bagaimana membuang sampah, memilah dan bagaimana mengelolanya,” ucap Calon Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 4, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi saat ditemui usai blusukan di Pasar Pagesangan pada Minggu (4/10).

Persoalan sampah memang menurutnya tak bisa ditunda, harus segera dituntaskan. Ia mengatakan Kota Mataram butuh perubahan, menjadi daerah yang layak untuk menyandang status sebagai Ibu Kota. Seperti halnya dengan pembangunan sarana penunjang kebersihan dan kenyamanan, dengan didukung ruang terbuka hijau yang memastikan setiap orang betah untuk berkunjung di Kota Mataram.

Untuk mendukung semangat Mataram BARU (Bersih, Aman, Rapi dan Unik) ini, konsep program kerja akan dipersiapkan melalui dukungan infrastruktur penunjang dan teknologi. Sehingga kedepan, persoalan sampah tak lagi menjadi musibah melainkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi ekonomi, juga kebutuhan dasar masyarakat.

“BARU ingin agar masyarakat turut berperan dalam pengelolaan sampah dengan baik. Tentu saja kami menyiapkan infrastruktur dan teknologinya sehingga masyarakat tahu bahwa mengelola sampah itu bermanfaat bagi dirinya sendiri. Mataram BARU adalah semangat bersama warga kota untuk menuju perubahan,” katanya.

Diyah Ratu Ganefi juga mengatakan, bukan tidak mungkin Kota Mataram menjadi kota terbersih di tatanan Nasional bahkan Asia. Jika seluruh warga masyarakatnya memiliki kesadaran yang baik untuk menerapkan pola hidup zero waste.

Ia menyampaikan jika dirinya bersama H. Baehaqi, terpilih untuk memimpin Kota Mataram, maka konsep berkesinambungan akan menjadi yang utama. Pembangunan daerah sangat penting namun tidak melupakan hal mendasar perkembangan suatu kota besar yakni kebersihan lingkungan.

Selain mendengar langsung harapan masyarakat dan sekaligus melihat kondisi pasar tradisional, Diyah Ratu Ganefi bersama sejumlah relawan covid-19 BARU (H. Baehaqi, ST. dan Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH.) membagikan masker kepada masyarakat yang ditemui.

BARUnews