Lombok Barat – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Perum Bulog resmi meluncurkan program Bantuan Sosial Beras (BSB) bagi Keluarga Program Keluarga Harapan (PKH) di Nusa Tenggara Barat yang dimulai dari Kabupaten Lombok Barat.

“Pendistribusian perkabupaten dimulai dari Kabupaten Lombok Barat, sudah terlaksana sejak hari Kamis 17 September 2020 kemarin,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik pada Jumat (18/9).

Akhsanul Khalik atau yang akrab disapa Aka, menyampaikan bahwa berdasarkan data Pendistribusian di Lombok Barat, telah dirincikan sebanyak 5.290 paket terdistribusi pada tanggal 17 September kemarin. Sementara hari ini terdapat sebanyak 10.440 paket sedang dalam proses distribusi. Setiap penerima manfaat mendapatkan 2 paket dengan besaran masing – masing paket 15 kg beras.

“Bansos Beras telah dibagi 15.730 paket, dengan keterangan 1 paket 15/kg. Terbagi masing-masing penerima 2 paket/30 kg,” jelasnya.

Aka mengatakan, untuk pendistribusian bansos beras kepada 339.588 KPM PKH se NTB, dilakukan oleh pihak Transporter PT. DNR. Selanjutnya Bidang Linjamsos dan Bidang Daya Sosial Dinsos NTB atau jajaran di Kabupaten dan Kota mengawal ketetapan jumlah serta sasaran bantuan. Kemudian dilakukan monitoring dan pemantuan secara berkala.

“Untuk menghadirkan KPM PKH, telah dikonsolidasi oleh Seluruh SDM PKH,” jelas Aka.

Ia juga mengatakan bahwa KPM PKH di Kabupaten Kota lain akan mendapatkan hal yang sama. Namun saat ini, masih dikoordinasikan tentang kesiapan Transporter dan pemetaan titik pembagian. Bahkan persiapan koordinasi pemberitahuan kepada aparat Kecamatan, Desa hingga Lurah masing – masing.

Selain jumlah dan kualitas beras, lanjut Mantan Penjabat Bupati Lombok Timur ini. Pemetaan titik pendistribusian dan kekuatan armada transporter merupakan kunci sukses tersampaikan bansos Kemensos tersebut. Pasalnya, khusus di Pulau Sumbawa ada beberapa lokasi yang memiliki lokasi PKH Akses dan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Untuk itu, kita akan terus memantapkan koordinasi dengan Kabupaten/Kota, agar pelaksanaan distribusi berjalan lancar,” inginnya.

Aka mengingatkan, sebagaimana pesan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalillah saat di acara launching secara daring bersama Kemensos, bahwa bantuan beras diperuntukkan bagi penerima PKH. Bantuan diharapkan tepat sasaran sehingga bisa memanfaatkan untuk kebutuhan pengamanan sosial.

“Pendistribusian Bansos ini harus tepat sasaran dan harus dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Aparat Kepolosian TNI/Polri dan Wartawan/LSM serta Masyarakat dapat mengawal bersama,” harapnya.

Menurut Aka, Program bantuan beras bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM-PKH. Kebutuhan pangan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 bisa terpenuhi dan kesehatannya terjaga. Berikut pada pelaksanaan pendistribusian, KPM PKH diwajibkan menjaga protokol Kesehatan, wajib menggunakan masker dan jaga jarak.

“Untuk mencegah Covid19, saat menerima bansos beras, KPM PKH wajib Pakai Masker dan hindari kondisi berkerumunan,” tutupnya.

Aka