Mataram – Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, serta seluruh Bupati dan Walikota se-NTB dari ruang kerjanya pada Selasa (7/4). Gubernur membahas penanganan penyebaran wabah dan strategi mengatasi dampak ekonomi dan sosial Covid-19 di NTB.

“Jangan sampai kita hanyut dalam mengantisipasi corona saja, meminta masyarakat stay at home. Namun kita abai terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan arahannya.

Gubernur menjelaskan, selain program dari pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten /kota juga harus berkontribusi dan berkoordinasi demi menghindari tumpang tindih dan ketepatan sasaran program.

“Akan ada jaring pengaman sosial dari Pemerintah pusat dan Provinsi sehingga ketika program ini dieksekusi tidak ada tumpang tindih implementasi di Kabupaten dan kota. Program ini akan di eksekusi selama 3 bulan, ada bantuan dari Pemerintah pusat, Provinsi dan kab kota sehingga masyarakat kita harapkan bisa berdamai dengan keadaan ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zul menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi akan menyiapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang. JPS ini akan memaksimalkan produk lokal dengan nilai perpaketnya mencapai 250 ribu rupiah.

“Direncanakan yang menerima adalah 73.000 KK warga tidak mampu dan 32.000 KK sektor pekerja informal sehingga total ada 105.000 kk penerima manfaat,” kata Gubernur Zul.

Terkait upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam menangani dampak Covid-19 di Kabupaten dan Kota, Gubernur menekankan agar Bupati dan Walikota segera menyampaikan data usulan tambahan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Tim untuk segera berkoordinasi terkait data PKH, lalu memastikan di Kabupaten kota agar tidak ada duplikasi program. Juga pastikan agar program ini mendukung produk-produk IKM sendiri,” harapnya.

Selain memaksimalkan IKM NTB, Gubernur juga mengharapkan peran Danrem dan Baznas, untuk menyiapkan rencana kontingensi sebagai upaya persiapan pada kondisi terparah.

Senada, Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd melalui telekonferensi juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam penanganan Covid-19 di NTB. “Terima kasih kepada Kapolda, Kajati, Danrem sudah totalitas dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menekankan untuk memaksimalkan peran Puskesmas dalam penanganan Covid-19. Ia mengharapkan agar kedepan, Puskesmas dapat memberikan edukasi kesehatan sekaligus menjadi garda terdepan dalam pendeteksian wabah Covid-19.

“Kita harus yakinkan betul puskesmas kita siap. Sehingga pasien-pasien yang sakit dengan gejala ringan tidak semuanya harus ke Rumah Sakit umum, cukup ke posyandu sehingga konsekuensinya APD disana harus cukup,” katanya.

Wagub juga mengimbau seluruh Bupati dan Walikota untuk melakukan rapid test di daerah masing-masing. Terkait peralatan pengecekan, ia meminta agar masing masing pemerintah daerah berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk pemenuhan alat.

“Untuk swap test di RSUD Provinsi sudah bisa mengecek sendiri sampelnya. Namun ini tidak mudah, saat ini ada 250 stok untuk mengecek di RSUD dan UNRAM,” ujar Wagub.

Di akhir paparannya, Wagub menginstruksikan untuk segera melakukan penambahan ruangan isolasi demi mengantisipasi lonjakan pasien. Wagub juga berharap seluruh desa di NTB bisa terlibat dalam pengawasan OTG, ODP dan PDP. “Alhamdulilllah babinsa dan babinkabtibmas luar biasa membantu, mari kita terus mensosialisasikan masker untuk semua. Mudah-mudahan masyarakat kita sadar,” tutup Wagub.

Mengakhiri telekonferensi tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja Pemerintah kab/kota dalam penanganan penyebaran covid-19 di NTB.

Hms