Mataram – Sektor pariwisata memiliki peranan strategis yang dapat mendorong peningkatan pendapatan, membuka lapangan kerja serta menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang dan inklusif. Karenanya perlahan tapi pasti, spot – spot wisata yang sebelumnya hanya menjadi bidikan kamera semata, kini mulai dikembangkan berkat peran serta masyarakat setempat. Secara tak langsung masyarakat juga dituntun untuk bersikap mandiri dan inovative, mendorong potensi – potensi didaerahnya untuk menjadi sorotan bagi pelancong yang datang ke Lombok. Seperti dengan membangun desa wisata melalui keaneka ragaman etnic dan budaya yang bisa menjadi daya tarik. Upaya ini juga cukup ampuh, selain untuk peningkatan ekonomi kerakyatan namun juga pengentasan kemiskinan di daerah.

Tentu saja tidak sulit, karena Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini memiliki kekayaan dan keindahan alam yang sudah dikenal dunia. Pulau – pulau kecil yang keindahannya sudah tersohor, seakan memanggil wisatawan untuk datang berkunjung. Tinggal pengelolaannya yang kini semakin dipercantik oleh pemerintah daerah, agar setiap wisatawan yang datang merasa betah dan nyaman di Bumi Beribu Masjid ini.

Hal inilah yang menjadi kiat utama bagi pemerintah daerah khususnya masa kepimpinan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah. Program utama membangun sektor pariwisata ini telah di cetuskannya dalam RPJMD 2019-2023, hingga tak perlu diragukan lagi. Disatu sisi, misi pendampingan Pemda dengan dikebutnya progres pengelolaan Kawasan Mandalika dan pembangunan sirkuit MotoGP berkelas dunia di Lombok Tengah, menjadikan NTB saat ini semakin gemilang di mata dunia. Sebagaimana tagline dari visi dan misi Zull-Rohmi yakni NTB Gemilang.

Brand sebagai wisata halal dunia, juga masih dipertahankan melalui konsep – konsep pengembangan kawasan wisata yang tetap mengutamakan keramahan dan kepolosan dari warga NTB dengan budaya islaminya. Hal ini juga mendukung peluang investasi bagi setiap investor yang memiliki komitmen yang sama untuk mengembangan pariwisata daerah sebagai ladang bisnis. Sebagaimana diungkapkan Corporate Comunication Head, ITDC, Ester D. Ginting, saat menghadiri acara Uji Kompetensi Jurnalis Televisi pada minggu lalu.

“Tugas kami sebagai pengelola Kawasan Mandalika, memang membangun infrastruktur didalam kawasan karenanya kami mengharapkan dukungan dari seluruh pihak. Kami bangga dengan Lombok kami berharap terus ada dukungan termasuk dukungan melalui pemberitaan. Dan perlu diketahui juga bahwa warga NTB atau siapapun, tak perlu ragu untuk sirkuit MotoGP ini, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar NTB ini menjadi Bali kedua yang menjadi perhatian dunia untuk dikunjungi,” katanya.

aNd